Game - Indonesian Forum

lazada indonesia

Anno 2070 Review



Genre game City Building termasuk langka, termasuk seri Anno 2070 ini. Namun, Ubisoft tetap merilis seri terbaru ini ke publik. Anno 2070 merupakan seri, eh seri keberapa ya, seri ketiga mungkin. Penulis hanya pernah mencoba Anno 1701, sebelumnya sudah ada Anno 1404. Pada Anno 2070 ini setting ruang dan waktu telah melompat jauh ke masa depan, yakni abad ke 21 ketika kehidupan masyarakat di pulau-pulau sudah berubah total dan serba otomatis. Tapi, sejauh mana perubahan-perubahan tersebut muncul pada Anno 2070 ini?


Dampak pemanasan global yang semakin menggila dari tahun ke tahun, telah mengubah sebagian wajah bumi pada era 2070. Sebagian besar es yang berada di kutub utara dan selatan telah mencair, dan menaikkan batas ketinggian air laut hingga membuat wilayah daratan yang dulunya berupa pegunungan, kini telah menjadi daratan yang tersisa. Mau tidak mau, sebagian umat manusia memilih untuk bisa hidup dengan mengandalkan berbagai kegiatan berlangsung di bawah air laut, sebagian lainnya memilih untuk tetap tinggal di atas daratan dengan tetap meneruskan kegiatan yang tidak ramah lingkungan.

Sisanya, sebagian umat manusia memilih untuk bertahan hidup di atas daratan namun dengan melakukan berbagai kegiatan yang lebih ramah lingkungan. Faksi yang sangat mengandalkan air laut bernama SAAT (Scientific Academy for Advanced Technologies), yang lebih dikenal sebagai faksi TECH. Lalu, sekelompok umat manusia yang melakukan berbagai aktivitas ramah lingkungan, bernama The Eden Initiative atau yang biasa disebut Faksi ECo. Sedangkan faksi yang tetap bertahan dengan kegiatan yang tak ramah lingkungan, yakni The Global Trust atau disingkat sebagian Faksi Tycoon.

Akibatnya, sebagian besar daratan bumi kini menjadi wilayah kepulauan, yang terdiri dari beberapa gugusan pulau besar dan kecil. Kisah dalam game ini bermula di lautan yang dulunya bekas negara kepulauan Filipina, ketika FATHER, system super komputer otomatis milik Faksi SAAT yang berada di salah satu pulau mereka, mengalami lepas kendali dan menghancurkan lingkungan pulau disekitarnya. Sehingga, Faksi SAAT harus meminta bantuan kepada Gamer yang berasal dari Faksi Tycoon, untuk menangani berbagai kerusakan dan kerusakan akibat FATHER yang memberontak tersebut.

Selama operasi menghadapi sepak terjang FATHER yang semakin meresahkan lautan pasifik, gamer juga akan mendapat bantuan dari Faksi ECO. Maka, ketiga faksi yang saling berbeda itu akan saling bahu membahu, melawan FATHER. Wow, sekilas ceritanya akan berisi aliran cerita yang seru dan mengasyikkan, layaknya game standar RTS ala pertempuran massal. Well, tidak seperti itu. Sebab Anno 2070 pada dasarnya adalah sebuah game membangun kota. Jadi segala cerita yang menyelimuti dunia Anno 2070, hanya sekedar untuk menampilkan adanya cerita dan tidak sekedar menyuruh gamer membanguna kota a-z, tanpa sebab yang jelas.

Game ini terdiri dari tiga bab cerita, dengan total 11 sub bab. Setiap memasuki dan mengakhiri bab cerita, akan muncul beberapa cutscene movie yang lumayan detail dalam menggambarkan sepak terjang si FATHER itu. Jika melihat genrenya, ya termasuk standar-lah, cerita pemberontakan sang FATHER ini. Tapi, secara umum, penulis membandingkan dengan cerita Anno 1701, maka cerita yang muncul pada Anno 2070 ini lebih menarik.

Game Review

Global Ops Commando Libya Review

44dc7 6584f0d891ad65d8 Global Ops Commando Libya Review


Terbunuhnya Muammar Khadafi oleh pasukan pemberontak secara tragis pada Oktober 2011, mengakhiri sepak terjangnya selama memerintah dengan tangan besi di sebuah negara kecil di kawasan Afrika Utara, Libya. Namun, kematiannya itu juga menjadi simbol utama, bahwa perang saudara yang berkecamuk di Libya selama berbulan-bulan akhirnya mulai sirna. Kini, masyarakat Libya mulai bersatu padu untuk membangun suatu negara Libya yang baru, di bawah pemerintahan yang lebih demokratis dan menghargai HAM. Lalu, apa kaitan game 3rd person action shooter, Global Ops Commando Libya (GOCL), dengan kasus perang saudara di Libya itu??


Hmm, ada banyak sih. Pertama-tama, gamer akan berperan sebagai salah satu pemberontak dan akan merasakan kengerian yang sangat ketika terlibat dalam perang saudara di wilayah Libya, melawan pasukan pemerintah yang loyal kepada Khadafi. Aih, penulis hanya bercanda kok, aslinya tidak ada hal semacam itu di game GOCL ini. Game ini hanya mengandalkan soal latar belakang konflik perang saudara di Libya sebagai salah satu bumbu cerita, mungkin bertujuan untuk membuat gamer sedikit merasakan tentang bagaimana rasa bertempur di negara Libya.

Kisah game ini berdasarkan sebuah insiden kisah nyata. Bermula pada 21 January 1968, sebuah pesawat bomber B-52G milik Amrik yang take off dari Pangkalan Udara Plattsburg di New York dengan tujuan untuk mendarat di Pangkalan Udara Amrik, Thule Base, Kutub Utara. Di tengah-tengah perjalanan melintasi kawasan Kutub Utara, secara mendadak pesawat yang sedang membawa empat bom thermonuklir aktif itu mengalami kerusakan teknis dan terjatuh di wilayah Greenland, milik Denmark. Satu dari keempat bom nuklir itu tak bisa diselamatkan dan menjadi biang kebocoran radioaktif parah di salah satu wilayah Kutub Utara pada akhir 1960-an.

Sesuai fakta sejarah, pihak militer Amrik dan Denmark saling bekerjasama dalam menangani bencana nuklir tersebut. Namun, versi dalam game ini merubah sedikit dari insiden tersebut. Perubahannya yakni, satu dari empat bom nuklir itu tak bisa ditemukan dan dianggap hilang oleh pihak berwajib. Lalu, cerita mendadak lompat ke masa kini (2011), ketika seorang pedagang senjata ilegal dan salah satu pemimpin Mafia Rusia, Yebievdenko akhirnya berhasil menemukan satu bom nuklir yang hilang tersebut.

Pihak CIA yang menyadari penemuan berbahaya tersebut juga mengetahui, bahwa si pedagang senjata ilegal berniat mau menjual bom nuklir ke pemerintah Libya. Padahal, negara Libya sedang tergoncang gara-gara meletusnya perang saudara. CIA mencemaskan, seandainya bom nuklir itu jatuh ke tangan teroris, dan mereka akan menggunakannya untuk membalas dendam atas keterlibatan AMrik dalam koflik militer di Libya. CIA lalu mengutus tiga agen terbaiknya untuk membereskan masalah Yebievdenko itu, yaitu Pope, West, dan Elena.

Namun, meski telah mengerahkan dengan segala daya, upaya Tim CIA itu mengalami kegagalan karena bom nuklir itu ternyata sudah jatuh ke salah satu kaki tangan pemerintah Libya, Raz AL gHul, eh salah, melainkan Raz Ruhan. Bagaimanakah akhir kisahnya??? Saksikan hingga akhir, drama perjuangan trio eh duo agen CIA dalam memburu satu bom nuklir yang hilang itu. Tugas si Elena hanya bersifat memerintah ini itu dari balik layar nun jauh disana, sedangkan POpe dan West-lah yang benar-benar berada di garis terdepan pertempuran.

Alur cerita dan endingnya sih termasuk klise, sepasang Rambo wannabe membunuh begitu banyak musuh dari awal hingga akhir game, sepanjang 9 misi utama berlangsung di GOCL ini. Misi ini dinggap berakhir begitu duo Rambo itu berhasil kabur dari Libya dengan menaiki Antonov AN-225. End of story. Walau klise, tapi unsur cerita ini kelihatan menarik. Sebab, sampai sekarang hanya game GOCL ini yang memberanikan diri, berlatar belakang konflik perang saudara di Libya pada 2011. Meskipun dari segi penyampaian cerita masih kedodoran disana sini, tapi secara keseluruhan penulis melihat GOCL sebagai satu cerita film aksi kelas tiga, khas Hollywood.

Game Review

Saints Row The Third Review



Sudah lama sebenarnya Volition Inc mengembangkan game action third person shooter Saints Row, semenjak seri pertama yang rilis pada 2006. Memang, game ini merupakan salah satu genre Grand Theft Auto (GTA) wannabe, sebab sifat gameplay Saints Row memang open ended, bebas jalan-jalan kemana saja di satu kota. Pada seri sebelumnya, penulis belum pernah mencoba game ini, dan kini, Saints Row telah memasuki jilid ketiga, yakni Saints Row The Third (III). Begitu mencoba, untuk pertama kalinya sejak 2003, penulis bisa tertawa lepas menonton intro game ini. Mengapa intronya bisa sekocak itu?


Saints Row yang semula hanya sebuah genk kelas teri kini mereka berubah menjadi salah satu ikon perusahaan raksasa di dunia, yang bermarkas di kota Stilwater. Semua itu berkat merger bisnis antara Saints Row dengan Ultor Corp pada ending di game Saints Row II. Suatu hari, pentolan genk Saints, yakni The Boss, Shaundi, Johnny Gat dan Josh Brik sedang melakukan salah satu kerjaan rutin, yakni berencana mau merampok sebuah bank besar di Stilwater.

Sayangnya, usaha perampokan itu mengalami kegagalan, sebab para pegawai bank itu semuanya bersenjata api secara lengkap. Maka, perampokan pun berkahir dengan kegagalan. Para trio itu (minus Josh yang kabur karena ketakutan di tengah-tengah baku tembak), lalu tertangkap dan dipenjarakan oleh polisi. Tapi mendadak mereka kemudian dibebaskan dan dibawa ke dalam sebuah pesawat terbang oleh sekelompok orang misterius yang menamakan dirinya, The Syndicate. Di tengah-tengah perjalanan udara, mereka memperkenalkan diri sebagai salah satu organisasi kriminal internasional yang ternama, dan mengklaim jika bank yang mau The Saints rampok itu milik mereka.

The Syndicate menawarkan sebuah perjanjian bisnis dengan The Saints, yang isinya tentu hanya lebih menguntungkan The Syndicate daripada The Saints. Mengetahui hal tersebut, maka si JOhnny menolak mentah-mentah tawaran itu dan berbalik menyerang The Syndicate, demi meloloskan diri. The Boss dan Shaundi berhasil lolos dengan terjun payung dari pesawat terbang milik The Syndicate itu, sedangkan si JOhnny akhirnya tewas. The Boss dan Shaundi akhirnya mendarat darurat di satu kota baru, Steelport. Disana, ketika mengecek ATM, mereka baru menyadari jika harta kekayaan milik The Saints di sudah dirampok semuanya oleh The Syndicate.

Maka, dengan mengumpulkan beberapa teman lama yang masih tersisa, The Boss of Saints itu berupaya untuk membangun kembali kejayaan dan kekuatan THe Saints dari awal dengan menetap di kota Steelport. Upaya tersebut tak mudah, karena di kota baru itu, pengaruh kekuasaan The Syndicate masih sangat kuat. Dikarenakan terdapat tiga genk baru yang menjadi bawahan mereka, yakni Morning Star, Dekker, dan Luchadores. Berhasilkan The Boss mewujudkan cita-cita dan ambisinya itu??

Dari awal mulai memainkan game ini, Saints ROw III akan menampilkan sebuah parodi intro ala game-game Star Wars. Bahkan, sebelum masuk ke adegan perampokan bank, gamer sudah disuguhi sebuah iklan video kocak soal softdrink bermerk Saints Flow, yang entah mengapa dilarang beredar di California. Singkat kata, hal itu menunjukkan jika cerita utama dalam Saints Row III ini merupakan berunsur komedi aksi yang kocak. Jadi, berbagai hal yang terlalu heboh, berlebihan, ketidakjelasan disana sini ataupun hal-hal absurd selama permainan ini berlangsung, semata-mata untuk memperlihatkan sisi humor yang tinggi di game ini.

Semisal, genk Saints itu aslinya sudah kaya raya, jadi untuk apa mereka masih merampok bank lagi?? tak jelas juga, kenapa mereka melakukan hal demikian. Apalagi, ketika merampok bank, mereka malah berkustom absurd, dan di tengah-tengah baku tembak, The Boss sempat menuliskan tandatangan kepada seorang penggemarnya di dalam gedung bank itu. Begitu pula, ketika baru saja menginjak kota baru, eh The Boss malah ingin merebut sebuah senjata terpenting milik militer Amrik di sebuah gudang senjata di Steelport. Walhasil, The Boss terdesak oleh pasukan militer bersenjata lengkap.

Tapi, The Boss tak mau kalah, ia juga memanggil pasukan genknya yang tersisa tapi masih lengkap untuk membantunya. Gimana tidak lengkap, jika jumlah pasukan bantuan The Saints itu datang satu peleton, bersenjata komplit dengan menggunakan helikopter angkut yang banyak. Padahal, katanya kekayaan The Saints sudah dikuras habis oleh para hacker dari kaum Syndicate. Benar-benar super edan nan kocak. Itu baru sebagian contoh kecil mengenai unsur kocak di dalam game ini.

Inti cerita sih ya standar ya untuk sekelas game GTA wannabe, tapi karena dipadukan dengan unsur humor maka seluruh cerita terlihat menyegarkan. Mengingatkan penulis dengan sebuah game action 3rd person shooter jadul pada 2003 lalu, Armed and Dangerous, karena sama-sama kocaknya dengan Saints Row III ini. Ditambah lagi, alur ceritanya bersifat non linear, dan ending cerita ada lebih dari satu ending yang saling berbeda. Ceritanya terlihat menarik dan memuaskan.

Game Review

Need For Speed: The Run PC Review



EA Black BOx merupakan pengembang game yang sudah lumayan lama dalam menggarap game balapan arcade untuk Electronic ARts (EA), yakni seri Need For Speed. Pengembang seri NFS Underground 1-2, Carbon, Pro Street, World, serta Undercover itu, kembali merampungkan karya terbarunya yang masih bergenre yang sama seperti sebelumnya, NFS The Run (NFS TR). Kali ini, mereka mempersenjatai gfx engine dengan memanfaatkan Frosbite Engine 2 (FBE 2) yang juga sama-sama digunakan dalam game aksi Battlefield 3 (BF 3). Lalu, bagaimana kualitas gameplay NFS TR ini dibandingkan seri-seri sebelumnya??


Kali ini cerita dalam seri NFS TR ini akan mengisahkan seorang pembalap jalanan bernama Jack Rourke, yang selalu dikejar-kejar oleh sekelompok mafia yang tak jelas asal usulnya. Dikarenakan, mereka menuduh si Jack berhutang dengan nilai yang sangat tinggi kepada para mafia tersebut, hingga ia tak mampu membayarnya. Oleh sebab itulah, si Jack lalu segera meminta bantuan terhadap teman lamanya, seorang cewek pebisnis yang kaya raya, bernama Sam Harper untuk bisa menegosiasikan kembali hutang-hutang si Jack kepada para mafia itu.

Demi pertemanan, Sam pun menyanggupi untuk membantu Jack, namun bantuan tersebut tidak gratis. Sam memberikan persyaratan yang tinggi, yakni si Jack harus mengikuti lomba balapan mobil ilegal, yang rute balapannya dimulai dari San FRansisco di wilayah pantai barat Amrik hingga ke New York yang ada bagian paling timur. Kemudian, Jack juga harus bisa menjadi pemenang nomor satu dalam balapan yang telah diikuti oleh sekitar 200 pembalap jalanan dari berbagai tempat, yang ikut ambil bagian dalam balapan lintas benua itu.

Si Jack pun menerima dengan sepenuh hati tawaran Sam tersebut. Sebab selain si Sam akan membereskan hutang-hutangnya terhadap kelompok Mafia, jika sukses jadi pemenangnya, Jack akan menerima imbalan 10% dari total hadiah utama yang sebesar US$ 25 juta. Sam juga menjanjikan jika segala hal terkait transportasi dalam perlombaan itu, semuanya sudah diurusnya. Maka berangkatlah si Jack untuk mengikuti balapan jalanan lintas benua yang ilegal itu. Akankah si Jack berhasil memenangkan balapan tersebut??

Alur cerita yang sangat linear, ini sudah pasti akan ketebak endingnya seperti apa. Namun bukan itu masalah besarnya, melainkan, siapakah si Jack itu sebenarnya?? Siapa itu si Sam?? Darimana para Mafia itu muncul?? Kenapa si Jack jadi cowok yang banyak hutang?? Apa hubungan sebenarnya antara si Jack dengan si Sam?? Belum lagi, beberapa saingan berat si Jack, para pembalap jalanan juga, yang entah mengapa sangat bernafsu ingin membalas dendam kepada si Jack, juga masih belum jelas. Jadi, sepanjang permainan, akan muncul beberapa hal ketidakjelasan di dalam banyak sisi cerita pada NFS TR ini.

Oleh sebab itulah, penulis menyarankan agar gamer tidak terlalu melihat sisi cerita dari NFS TR ini yang banyak ketidakjelasannya, kurang lebih sama banyaknya hal-hal yang tak jelas dengan cerita yang ada di game aksi CRysis 2. Cerita dalam NFS TR ini bagaikan menonton film-film aksi ala Hollywood kelas tiga. Intinya, ada seorang cowok yang lagi dikejar-kejar hutang ama mafia lalu minta bantuan kepada seorang teman ceweknya, lalu sang cewek itu mau membantu dengan syarat, si cowok harus memenangkan balapan jalanan ilegal.

CErita yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih dalam lagi, ternyata sang pengembang hanya menggunakan hal tersebut sebatas formalitas demi membenarkan sang jagoan utama untuk mengikuti balapan jalanan ilegal, yang juga sama-sama tidak jelasnya dengan kisah utama di NFS TR ini. Mengapa balapan jalanan di NFS TR dianggap gak jelas??

Game Review

Batman Arkham City PC Review



Setelah sempat tertunda perilisannya ke versi PC, akhirnya Rockstar eh Rocksteady Studios dan WB Interactive Ent. meluncurkan Batman Arkham City (Batman AC) pada akhir November. Game superhero bergenre action adventure dengan menggunakan sudut pandang 3rd person shooter ini, merupakan sekuel dari Batman ARkham ASylum (Batman AA) yang telah dirilis pada 2009. PIhak pengembang menjanjikan ada penambahan karakter baru yang lebih banyak, dunia yang lebih luas, serta gfx engine yang lebih bagus lagi pada Batman AC ini daripada kisah sebelumnya. Benarkah semuanya menjadi kenyataan dalam seri terbaru dari Batman ini?


Setahun telah berlalu usai kegagalan pemberontakan si Joker dkk di dalam penjara superketat di Kota Gotham, ARkham ASylum. Kini, Walikota Gotham yang baru, Quincy SHarp telah memindahkan seluruh penjahat yang ada di Arkham untuk dimasukkan ke KOta Arkham, sebuah kawasan kumuh yang terpisah dari daratan utama di kota Gotham. Demi alasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kota Gotham, mantan pemimpin penjara Arkham itu merubah kota Arkham yang kumuh itu menjadi sebuah kawasan khusus untuk menampung dan memelihara seluruh penjahat yang ada, di alam terbuka.

Selain itu, demi alasan yang sama pula, Quincy berkuasa di kota Gotham secara otoriter dan memenjarakan begitu beberapa orang yang dianggap melawan kebijakannya ke dalam Kota Arkham. Kota penjara itu dijaga khusus oleh pasukan Tyger SEkuriti di bawah pimpinan langsung seorang psikiater jenius, Hugo Strange yang sekaligus memimpin penjara terbuka tersebut. Quincy menjadi walikota berkat bantuan Strange, maka ia pun membiarkan STrange sesuka hati memerintah secara tangan besi di dalam kota Arkham tersebut.

Bruce Wayne sebagai salah satu warga kota Gotham yang disegani, menyatakan ber-oposisi terhadap pendirian kota Arkham tersebut. Sayangnya, di tengah-tengah kampanyenya dalam rangka menolak keberadaan kota penjara, secara mendadak Strange menculiknya dan segera memasukkannya ke dalam kota Arkham. Begitu masuk penjara, Bruce segera melepaskan diri dan mencari tempat aman untuk merubah dirinya menjadi Batman. Ia sengaja membiarkan dirinya tertangkap dan masuk ke kota penjara, untuk menyelidiki lebih jauh apa yang sebenarnya telah terjadi selama ini di dalam kota Arkham.

Mengapa Strange mengetahui dual identitasnya sebagai Bruce Wayne?? Mengapa Strange gembar gembor soal pelaksanaan Protocol 10? Apakah si JOker kembali berulah yang super berbahaya bagi semua warga Gotham?? Semuanya akan terjawab begitu gamer terus mengikuti alur ceritanya. Akan muncul beberapa kejutan kecil selama petualangan Batman di dalam kota penjara itu. Sebagaimana petualangan di Arkham ASylum sebelumnya, nasib Batman ini ibarat, habis keluar dari mulut harimau, langsung masuk ke mulut buaya. Sebab, ia akan bertemu kembali dengan begitu banyak penjahat besar kecil yang telah ia penjarakan dulunya, ketika berpatroli di kota Gotham.

Bagi para penggemar Batman, kisah cerita dalam game ini dalam beberapa sisi, akan terlihat sangat menarik, terutama ketika Batman bertemu dengan musuh-musuh lama, dan diantara beberapa musuh lama itu ada yang berupa musuh tapi teman, dan adapula mantan kekasihnya Batman. YUp, ada sedikit sisi romantis di dalam game ini yang mengejutkan penulis. Namun, keterkejutan itu hanya berlangsung sementara, sebab kisah romantis yang menjadi salah satu titik sentral dalam alur cerita di Batman ini, kurang dieksplorasi lebih jauh lagi.

Jadi, lagi-lagi pihak pengembang kurang memaksimalkan hal tersebut, padahal mantan kekasih Batman itu menjadi penghubung yang kuat antara kisah sang superhero legendaris, Batman dengan biang kerok di KOta ARkham serta musuh abadi Batman, si Joker. Sangat disayangkan, kisah romantis itu hanya menjadi selingan belaka, tak pelak hal itu akan sangat berpengaruh pada ending cerita, yang terkesan jadi hambar. Padahal, itu ending memang hanya satu-satunya saja yang muncul di Batman AC ini. Tapi, terlepas dari kekurangan yang fatal itu, kisah Batman dalam membasmi kejahatan, masih tetap sebagus seperti dahulu.

Game Review

L.A. Noire: The Complete Edition Review



Team BOndi dan Rockstar Games (R*) akhirnya meluncurkan L.A. NOire (LAN) ke pc game setelah lebih dari tujuh tahun masa pengembangannya pada NOvember lalu. Game bertema action adventure 3rd person shooter ini, lebih menitikberatkan ke sisi investigasi seorang dektektif polisi dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas di dalam masyarakat kota Los ANgeles, era 1947, dibandingkan ke sisi adegan tembak menembak maupun adegan kejar-kejaran memakai mobil ataupun dengan kaki. Sisi investigasi macam apakah yang ditawarkan oleh game ini??


Game ini menceritakan, salah seorang pahlawan perang semasa perang melawan Jepang, Letnan Satu Marinir Cole Phelps yang mendaftarkan diri untuk masuk ke Kepolisian Kota Los Angeles (LAPD) dan memulai karirnya sebagai petugas polisi. Cole yang memiliki rasa idealisme tinggi sekaligus sangat patuh terhadap peraturan yang ada, menjalani profesi barunya itu dengan perjalanan karir yang gemilang. Seringkali, Ia mampu memecahkan banyak kasus kriminalitas jalanan di kota LA, meskipun dirinya baru sebatas sebagai polisi patroli biasa. Karena bakat kecerdasannya itulah, akhirnya sang atasan menaikkan pangkat dan jabatan Cole sebagai detektif polisi.

Alur kisah cerita utama dalam game ini berlangsung linear, hanya ada satu ending dan sebagian cerita berjalan secara flashback, sebagian lainnya berjalan maju mundur. Yakni, beberapa cutscene movie menceritakan latar belakang si Cole sebagai seorang perwira pertama Marinir Amrik dalam suka dukanya memimpin pasukannya ke garis terdepan dalam menghadapi pasukan Jepang. Lalu di beberapa cutsecne lainnya menceritakan latar belakang beberapa kasus besar yang sedang diselidiki oleh si Cole, dan isi cutscene movie itu kadang menceritakan masa lalu, kadang masa kini.

Karir dan kepopuleran Cole terus menanjak dengan cepat di kota LA, seiring makin banyaknya keberhasilan yang ia lalukan ketika menangani kasus-kasus krimininal besar. Hingga ia menjabat sebagai detektif bagian Narkoba, Perjudian dan Alkohol, puncak karirnya di LAPD. Kasus-kasus besar yang ditangani COle itu seringkali berkaitan dengan beberapa petinggi kota LA, sehingga pada akhirnya membuat mereka merasa gerah dengan sepak terjangnya. Pada suatu hari si Cole ketahuan terjatuh gara-gara tersandung kerikil yang ia buat sendiri, maka para pejabat tersebut segera memutuskan untuk bertindak dengan menurunkan jabatannya.

Mengapa si Cole membuat kerikilnya sendiri?? Well, dari awal hingga akhir cerita, gamer takkan mengetahui dengan pasti, mengapa hal tersebut terjadi. Perlu diketahui, Cole itu adalah seorang pria berkeluarga, memiliki istri dan dua anak perempuan. Dari awal permainan, kehidupan Cole yang sederhana digambarkan secara sekilas hidup dengan keluarga kecil yang bahagia di tengah-tengah kota LA. Tapi, ketika bertugas sebagai polisi dan berpasangan dengan seorang partner, si Cole tak pernah sekalipun membicarakan soal keluarganya, entah yang kisah senang, bahagia, sedih, galau, dll dst dsb-nya.

Padahal kehidupan keluarga si Cole itu merupakan salah satu faktor terpenting dalam cerita utama game ini, apalagi si Cole itu adalah veteran perang dan ia menyaksikan sendiri kebrutalan perang melawan Jepang selama era WW II. Namun, dalam game ini bukannya menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana kepribadian si Cole terhadap keluarganya usai berperang, melainkan hanya mengutamakan soal masa lalu si Cole sebagai mantan Marinir dan hubungannya dengan kasus-kasus yang sedang ia tangani, yang sebagian melibatkan sesama koleganya di Perang Pasifik tersebut.

Terlepas dari kekurangan unsur cerita yang fatal itu, secara umum cerita game ini lumayan bagus dalam memperlihatkan realisme cara penegakan hukum dengan baik dan benar di kota LA, era 1947. Meski dalam beberapa sisi penegakan hukum itu, bisa berbenturan dengan kepentingan pribadi dari segelintir orang yang lagi berkuasa secara politik. Kota LA di masa itu, diceritakan sebagai kota yang tinggi tingkat kriminalitas-nya, serta korupsi yang masih membudaya diantara beberapa pejabat sipil dan sebagian polisinya.

Game Review

Assassins Creed Revelations – PC Review

Walaupun "sedikit" terlambat, namun akhirnya Assassins Creed Revelations hadir juga di PC. Seri keempat dari Assassins Creed saga ini dikatakan merupakan seri yang terbaik diantara seri Assassins sebelumnya. Benarkah demikian?



Game Review

HomeArchive by category 'Game'